Merawat Kangkung, Merawat Bumi: Sebuah Refleksi Iman Katolik

 Merawat Kangkung, Merawat Bumi: Sebuah Refleksi Iman Katolik


A) Pertama tama alasan saya memilih kangkung karena sayur ini sangat mudah untuk ditanam serta perawatan nya juga tidak begitu sulit untuk saya yang masih berada di jenjang SMP. Tidak hanya itu, alasan lain saya memilih menanam kangkung karena saat sudah di panen sangat mudah untuk diolah ke berbagai jenis makanan dari yang paling sederhana sampai yang tidak biasa. 

Mula mula saya menanam kangkung, saya sangat berharap kangkung saya dapat tumbuh dengan cepat tanpa memikirkan bagaimana caranya agar tumbuh dengan cepat. Tetapi seiring berjalan nya waktu, harapan saya berubah menjadi semoga dapat tumbuh dengan subur dan cepat tinggi, saat saya berharap seperti itu tentu saja saya sambil menyirami tanaman saya dan mencoba memindahkannya ke tempat yang terkena sinar matahari.

Selama saya menanam kangkung pastinya ada campur tangan Tuhan seperti memberi pertumbuhan yang cepat, karena tanpa kuasa-Nya benih yang saya tanam tak akan tumbuh subur. Alasan saya menanam juga menjadi salah satu cara saya untuk memelihara salah satu ciptaan-Nya, sekaligus menghargai kesuburan tanah dan kehidupan yang Ia berikan. Seperti firman-Nya dalam 1 Korintus 3:7, "Karena itu yang penting bukanlah yang menanam atau yang menyiram, melainkan Allah yang memberi pertumbuhan."

B) Dibawah ini adalah foto tanaman saya pada hari pertama menanam!

Pada hari pertama menanam saya merasa sangat gembira karena sebelumnya saya belum pernah menanam kangkung di dalam pot yang menurut saya cukup besar. Saat memasukkan tanah ke dalam pot, awalnya saya kira itu adalah tanah biasa dan ternyata bukan. Di dalam tanah tersebut terdapat 3 bahan yang dicampur, yaitu, tanah lembang, pupuk kompos, dan sekam bakar. Tidak hanya asing dengan tanah, saya juga awalnya merasa asing dengan benih kangkung yang diberikan, menurut saya saat pertama kali melihat dan memegang nya mirip seperti biji pada buah apel tapi bedanya, biji kangkung terasa lebih halus dan sedikit lebih kecil. Ketika ingin memasukkan benih saya hanya menaburi nya di atas tanah, tetapi ada teman saya yang bilang bahwa benihnya perlu di tekan masuk ke dalam tanah agar bisa tumbuh dengan baik, maka dari itu saya melakukannya dan langsung menyiraminya dengan air.

Aku berniat untuk menyiraminya setiap hari, namun sepertinya salah jadi aku menjadwalkan penyiramannya, yaitu setiap 2 hari sekali! Tetapi karena saat itu cuaca nya sedang sering hujan jadi saya beberapa kali tidak menyiram nya. Sebenarnya ada rasa cemas pada tanaman ku karena saat itu sedang sering hujan dan jarang ada matahari makanya saya cemas tidak dapat tumbuh dengan baik dan maksimal. Ternyata pada hari ke tiga, tanaman ku sudah mulai tumbuh dan memunculkan sedikit batangnya yang berwarna putih seperti pada gambar! Saat pertama kali melihat saya kaget tidak percaya bahwa tanaman saya akan tumbuh, pelan pelan kecemasan ku mulai memudar dan ter gantikan dengan perasaan senang!


Pada hari hari hari terakhir tanaman saya bertumbuh sangat pesat dan di luar ekspetasiku. Tanaman saya dapat bertumbuh seperti pada gambar karena saya mulai rajin menyiraminya sesuai jadwal, memindahkannya ke tempat yang lebih terbuka agar terkena sinar matahari dengan cukup, dan mungkin di dalam air yang saya biasa pakai untuk menyiram sudah ada pupuk nya sehingga semua yang tanaman saya butuhkan sudah terpenuhi. Untuk refleksi saya setelah menanam dan merawatnya berminggu minggu yaitu "
Di balik setiap tunas yang menembus tanah, aku melihat kuasa Tuhan yang diam-diam bekerja dan kasih-Nya yang tak pernah berhenti memelihara hidup."


C) Perjalanan menanam saya tidak selalu berjalan mulus. Ada beberapa hambatan yang saya alami selama menanam di sekolah yaitu, pada tanggal 2 Februari, tanaman saya hampir layu. Saat itu saya melihat daun kangkung saya tampak sangat basah sehingga beberapa daun menjadi layu. Saya sedih dan mulai cemas lagi akan gagal panen. Saya menenangkan diri dan tetap berpikir positif. Pada akhirnya saya beranggapan bahwa tanaman saya tidak akan kenapa kenapa. Saya belajar untuk tidak panik terlebih dahulu tetapi tetap berpikiran positif dan optimis. 

D) Pelajaran yang bisa diambil yaitu, kesabaran adalah hal pertama yang perlu kita miliki, kita harus sabar menunggu tanaman tumbuh karena alam memiliki waktunya sendiri untuk tanaman. Memiliki komitmen juga penting agar tanaman dapat bertumbuh, dengan memiliki komitmen kita di ajarkan untuk konsisten pada suatu hal serta bertanggung jawab. Walaupun saya sempat memiliki hambatan namun pada akhirnya kangkung saya tetap tumbuh dengan baik, ini terjadi karena saya tidak mudah menyerah pada suatu hal. Terakhir, tanaman juga dibutuhkan setiap manusia karena dengan tanaman kita jadi memiliki empati untuk tetap merawatnya, kita dapat terhubung dengan alam melalui tanaman, dan juga belajar banyak hal dari tanaman.   

E) Refleksi iman Katolik

  • Penciptaan & Anugerah 
Kitab Kejadian. "Allah menciptakan tumbuh-tumbuhan dan melihat bahwa itu baik." (Kej 1:12). Benih, tanah, air, matahari adalah anugerah cuma-cuma dari Allah. Kangkung adalah salah satu bagian dari "rumah bersama" yang dipercayakan-Nya.  
  • Pertumbuhan & Kesabaran
Perumpamaan tentang benih yang tumbuh (Markus 4:26-29). "Benih itu tumbuh dan menjadi besar, ... ia sendiri tidak tahu bagaimana." Pertumbuhan iman kita juga sama seperti ini, membutuhkan proses, dan hasilnya adalah karya Tuhan.
  • Pemeliharaan & Tanggung Jawab
Panggilan manusia sebagai penjaga dan pengelola taman Eden (Kej 2:15). "Kita dipanggil untuk menjadi alat Tuhan untuk menjaga ciptaan." Merawat satu pot kangkung adalah latihan awal untuk tanggung jawab lingkungan yang lebih besar.  

F) Dengan adanya proyek ini, bukan hanya mengajarkan saya cara menanam dan menyiram saja, tetapi saya juga belajar untuk bertanggung jawab dengan keputusan saya, belajar konsisten, dan berempati melalui tumbuhan. Saya juga menyadari bahwa saya tidak hanya bekerja sendirian, tetapi Tuhan juga ikut bekerja dengan saya dengan cara-Nya.

Setelah proyek ini selesai, saat saya melihat seseorang berjualan sayur, saya merasa lebih berempati karena sekarang saya jadi tahu bahwa mereka semua berusaha keras untuk menanam dan merawat sayuran/tanaman/buah buahan yang mereka tanam agar mendapatkan hasil yang bagus untuk dijual nantinya. 

G) Doa Syukur

Tuhan yang Maha Pemelihara,
dengan tangan penuh syukur kami menghadap-Mu. Terima kasih untuk setiap benih yang Engkau tumbuhkan, untuk hujan dan sinar matahari yang Engkau berikan, dan untuk tanah subur yang Engkau percayakan kepada kami. Hari ini, kami menuai hasil panen yang melimpah, setiap daun kangkung yang terus bertumbuh adalah bukti kesetiaan-Mu. Engkau memberi pertumbuhan melebihi usaha kami, menuangkan berkat hingga berkelimpahan. Kami terima karunia ini dengan rendah hati, sebab tanpa-Mu, kami tak dapat berbuat apa-apa. Berkati hasil panen ini kiranya menjadi makanan yang menyehatkan dan sukacita bagi banyak orang. Dalam nama Yesus, sumber kehidupan, kami berdoa. Amin.                                                                                                          

Komentar